Hai, apa kabar. Senang bisa jumpa kalian. Dari 108 FM, kami punya sederetan tembang hits, dan tentunya beragam cerita, untuk menemani hari-hari kamu.
Kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, So, kenalin diri dulu deh.
108 FM itu radio imajiner. Aslinya sih nggak ada. Tapi ceritanya, bisa jadi adalah cerita kamu. Iya, kamu. Cerita sehari-hari, dunia radio, dunia remaja, dunia anak muda, kadang-kadang ada juga dunia gaib. Yang pasti ini cerita kita, tentang dunia, yang warna-warni, yang nggak cuma hitam putih. Karena dunia ini adalah dunia pelangi, lengkap dengan terangnya matahari, dan awan mendung plus hujan.
Rasanya juga nggak cuma, manis. Tapi ada asam, asin, pahit, kadang kena getir juga.
Di 108, ada siapa saja?
Ada Nana, bunganya 108. Cakep, pinter, tapi rada 'gelap'. Bukan kulitnya. Nana sih putih, clingclong seperti mutiara. Yang bikin gelap, penyiar yang kebagian program siaran bernuansa motivasi ini, rada-rada terobsesi dengan kematian. Kalau siaran rame. Aslinya, sering seperti penampakan. Mendadak muncul, mendadak hilang.
Jani. Penyiar cowok dengan obsesi jadi novelis (yang masih belum berhasil sampai hari ini). Ngebayangin Jani itu gampang. Tahu Shagy-nya Scooby Doo kan. Persis. Tukang makan, yang dianugerahi berkah Illahi untuk tetap langsing,
Tasha, paling sebel dengan fakta giftnya Jani. Secara Tasha adalah penyiar paling montok seradio. Tapi dua manusia beda tampilan ini adalah teman baik. Tasha punya prinsip sederhana. Ngapain juga langsing, kalau sekarang aja banyak yang naksir. Fakta, Tasha memang manis. Seperti Cheese Cake.
Satunya-satunya yang membuat hidup Tasha di 108 FM nggak sempurna adalah Juki.
Seperti penyiar lainnya yang juga aktif di dunia blogging. Cowok senior yang agak feminim ini sebenarnya baik, sangat baik. Setia kawan, senang membantu lain, suka minum susu, anti merokok, jago masak dan menjahit, dan memiliki kemampuang tukang bangunan tersertifikasi. Pokoknya standar istri ideal deh. Masalahnya Juki ini penderita PDOD akut. Percaya Diri Over Dosis. Dunia ini berputar mengelilingi dirinya. Juki juga berkeras kalau di dumay dia hanya boleh disapa dengan official online namenya, Zoechi.
Itu aja? Masih banyak. Ada Kak Yuyun, station manager yang imut, tapi kalau marah bisa bikin hercules kelihatan menggemaskan. Mas April yang suka minta dipanggil Ariel aja, karena april terlalu manis, tapi tetep anak-anak radio pada sepakat manggil 'April' untuk cowok tinggi besar berewokan yang punya nama lengkap Aprilianto itu.
108 FM ini lokasinya di sebuah rumah dengan halaman besar. Kalau dilihat pakai aplikasi peta kelihatan aneh. Ada rumah di tengah area pertokoan modern dan perkantoran. Ada lapangan street basket. Ada toko buku kecil, fotocopy, dan di seberang jalan ada warung Kak Lela. Karena mendukung ekomoni kerakyatan, meskipun ada cafe kopi, pizza dan ayam goreng waralaba besar di dekat radio anak-anak radio n the gank lebih sering beli apa-apa tuh di warungnya kak Lela, yang walaupun kecil tapi lengkap. Dari lontong pecal sampai ayam goreng kremes.
Kalau diteruskan nulis, masih banyak lagi. So, stay tune aja di 108 FM. Bakalan ada cerita baru setiap harinya (atau setiap minggunya deh), maklum kadang-kadang penulisnya suka keluyuran entah kemana.
Salam, penulisnya, saya.
No comments:
Post a Comment